Jelang MEA, Pemerintah Diminta Integrasikan Teknologi Pendukung Bisnis

By fitri
In Pemasaran
September 9, 2015
0 Comments
578 Views

William Henley - Founder Indosterling CapitalTeknologi sarat akan perkembangan dan berdampak pada banyak hal, tak terkecuali di dunia usaha. Pelaku nampaknya harus segera mengintegrasikan usaha yang dijalaninya pada teknologi terbaru supaya bisa bersaing di era Masyarakat Ekonomi Eropa () yang akan segera berjalan.

Menurut William Henley, Founder Indosterling Capital, selama ini dikenal sebagai salah satu negara yang biaya logistiknya paling mahal di dunia. Dengan menjalankan usaha yang terintegrasi pada teknologi, diyakini biaya logistic tersebut bisa ditekan hingga tak terlalu membebani para . Berdasar riset biaya logistik tahun 2015 dari Kadin, diketahui bahwa biaya logistik di Indonesia saat ini mencapai Rp 1,820 triliun per tahun atau sekitar 24% dari total produk domestik bruto (PDB). Pengurangan biaya logistik sebesar 5% saja dapat memberikan efek yang sama terhadap keuntungan dengan peningkatan pendapatan sebesar 25%. “Jika melihat komponen biaya dalam operasi suatu industri, biaya logistik merupakan komponen biaya terbesar ke-2 setelah pembelian bahan, barang, dan jasa,” perjelas William dalam siaran persnya, kemarin (8/9).

Terobosan bisnis berbasis aplikasi semacam Gojek dan Grab Bike, menurut William pantas untuk diapresiasi. Keduanya mampu mempertemukan antara penyedia jasa dan pelanggan dalam sebuah platform baru yang kreatif. Dalam pandanga William, harus bisa menciptakan stimulasi untuk membangun sistem logistik yang efisien. “Sebelum pihak swasta atau pihak asing yang turun tangan, sudah semestinya berperan lebih maksimal,” tukasnya.

Comments are closed.