Nasib Toko Online, setelah RPP e-Commerce

By indonesianic
In Tips n Trick
Juni 27, 2015
0 Comments
678 Views

Jakarta – Pemerintah dalam hal ini, Kementerian Perdagangan sedang melakukan tahap uji publik terhadap Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) . Indonesia Association () melakukan protes dan menilai pemerintah harus membenahi RPP . Jika ini berlarut, RPP ini berpotensi akan membunuh industri online.

Pasal yang dirumorkan bahawa dalam RPP tersebut, bagi yang ingin menjadi penjual maupun , harus melewati tahap verifikasi (Know Your Customer).

Proses KYC ini mewajibkan penjual dan pembeli online terdaftar data-nya dengan memasukkan nomor KTP dan NPWP. Hal ini sangat membingungkan, apakah KYC tersebut akan benar-benar mendorong industri e-commerce.

Kementerian Perdagangan menanggapi protes tersebut dengan, mensirkulasikan dokumen elektronik berupa matriks yang berisi inti dari pasal-pasal RPP e-Commerce. Asosiasi diberi tenggat waktu 1 minggu untuk memberi kritik atau saran terhadap materi.Online store

Namun hal tersebut belum membuat asosiasi puas. Pihak IdEA menyampaikan, Matriks yang diberikan pemerintah kurang komprehensif. Sangtalah mengevaluasi keseluruhan dokumen secara utuh. Jangka waktu 1 minggu yang diberikan dirasa juga tidak ideal untuk memahami isi dokumen yang sangat krusial bagi masa depan perekonomian nasional terutama nasib Toko Online.

“Dari RPP yang diberikan, dapat diamati beberapa poin yang membahayakan industri.“Adanya kewajiban pendaftaran yang dikenal dengan istilah Know Your Customer (KYC), tidak masuk akal untuk dijalankan oleh model classified ads dan market place. Hal tersebut secara langsung akan membunuh para pemainnya,” lanjut IdEA.

Kendati demikian, sebagai salah satu terbesar mengaku siap melakukan kewajibannya jika kebijakan  e-commerce itu diterapkan. Namun pihak Elevania masih menanti kepastian dari wacana tersebut.

Senior Manager Business Development & Public Relations Elevenia, Anggita Vela Lydia menyebutkan,”Kalau kami sebagai perusahaan akan kami patuhi. Sampai saat ini kami juga sangat patuh terhadap pajak, kami tidak punya pelanggaran pajak. Tapi kita lihat nanti regulasinya seperti apa? Batasan pajaknya seperti apa?” sambungnya seperti dikutip Okezone.com.

Comments are closed.