Perbedaan Bank Umum Dan Bank Syariah

By Staf Redaksi
In Tips n Trick
Oktober 7, 2015
0 Comments
798 Views

adalah sebuah keuangan yang didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal dengan banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia, banca, yang berarti tempat menyimpan uang.

Dalam perkembangan dunia perbankan di dan di beberapa Negara lainnya, Bank kemudian terklasifikasikan menjadi dua yakni Bank Umum dan Bank Syariah.bank1

Sebenarnya apakah perbedaan Bank Umum dan Bank Syariah ini?

Mari kita ulas bersama-sama.

Secara mendasar perbedaan Bank Umum dan Bank Syariah terletak pada sistem dan jenis produk perbankan yang disediakan. Dalam sistem Bank Syariah yang berbasis Islam, tidak ada istilah Bank yang diyakini bersifat riba dan tidak halal bagi umat Islam yang meyakininya. Dalam perbankan Syariah, sistem yang berlaku pada Bank Umum dihapuskan dan diganti menjadi sistem bagi hasil dan keuntungan, juga sistem sewa yang kesemuanya berangkat dari kesepakatan-kesepakatan antara pihak Bank dan pihak .

Dalam pola hubungan antar pihak nasabah dan pihak Bank, pada sistem Bank Umum pola hubungan kedua pihak tersebut adalah antara debitur dan kreditur, sementara pada Bank Syariah, pola hubungan bersifat kemitraan.

Masing-masing sistem memiliki kelebihannya sendiri, baik Bank Umum maupun Bank Syariah. Contohnya dalam hal keuntungan.

Dalam sistem syariah, keuntungan (sebagai pengganti bunga) disepakati di awal oleh pihak nasabah dan pihak bank, dan nilainya tidak akan bergeser meskipun ada hal-hal yang terjadi dalam situasi ekonomi dalam sebuah negara, baik itu berupa kenaikan maupun penurunan. Tentunya hal ini akan membuat nasabah merasa aman akan keberlangsungan mereka pada bank. Namun sebaliknya, apabila ada kenaikan suku bunga secara umum pada iklim ekonomi di sebuah Negara, nasabah bank syariah tidak bisa ikut menikmati keuntungan tersebut.

Dalam sistem Bank Umum yang mengenal sistem bunga, segala situasi perekonomian di suatu Negara akan turut dirasakan oleh nasabah. Baik pasang maupun surutnya. Apabila suku bunga sedang naik, maka nasabah akan ikut merasakan keuntungan dari kenaikan tersebut. Sebaliknya, jika suku bunga sedang turun, nasabah Bank Umum pun juga akan turut terkena dampaknya.

Demikian telah kami kemukakan untuk anda perbedaan Bank Umum dan Bank Syariah. Kembali lagi, Investasi merupakan pilihan personal masing-masing nasabah. Semuanya bergantung pada prinsip dan keyakinan dasar dari anda.

Selamat memilih produk Bank yang anda butuhkan, dan selamat berinvestasi degan bijak!

Comments are closed.