RPP e-Commerce Berpeluang Mematikan Lapak Online

By indonesianic
In Tips n Trick
Juni 24, 2015
0 Comments
710 Views

 – Bulan Ramadan nampaknya menjadi momen dalam pertumbuhan bisnis e-Commerce di . Di bulan yang penuh berkah ini, jumlah tingkat belanja meningkat jauh lebih banyak dibandingkan biasanya. Bukan cuma bisnis offline, namun dari sisi pun  mengalami peningkatan.

Indonesia E-Commerce Association () mengharapkan pemerintah segera memperbaiki proses penyusunan e-Commerce. Jika berjalan seperti yang terjadi saat ini, ini dikhawatirkan akan membunuh industri online.

Kementerian Perdagangan mensirkulasikan dokumen elektronik berupa matriks yang berisi draft pasal-pasal RPP e-Commerce. Asosiasi diberi tenggat waktu 1 minggu untuk menanggapi materi tersebut.

Hal ini menindaklanjuti keluhan dari IdEA terhadap Kemendag yang disebut kurang transparan dalam menyusun draft RPP tersebut. Selama kurun waktu 2 tahun wacana ini bergulir, Asosiasi mengaku tidak pernah diijinkan mengakses draft dokumen.

KYC-tokoonline

Perlu dipahami bahwa e-commerce jauh lebih luas dari e-retail. Selain e-retail, ada banyak sekali model bisnis yang perlu diakomodasi. Masing-masing model bisnis perlu pendekatan aturan yang berbeda.

“Adanya kewajiban pendaftaran yang dikenal dengan istilah Know Your Customer (KYC), tidak masuk akal untuk dijalankan oleh model bisnis classified ads dan market place. Hal tersebut secara langsung akan membunuh para pemainnya,” lanjut IdEA.

Belajar dari negara-negara lain yang telah lebih maju dalam hal e-commerce, aturan yang dibuat dinilai haruslah seimbang antara , penjual, dan penyelenggara platform.
“Kami mengajak pemerintah untuk lekas memperbaiki proses dalam penyusunan RPP ini. Segera libatkan juga para pelaku industri ke dalam forum diskusi, berikan akses kepada draft secara lengkap, dan berikan waktu paling sedikit 30 hari untuk mengevaluasi puluhan pasal tersebut,” kata Daniel Tumiwa selaku Ketua Umum idEA.

“Beberapa isi RPP sangat mengkhawatirkan dan berpotensi mematikan industri,“ pungkasnya.

Comments are closed.