Sejarah Lahirnya Vespa

By Staf Redaksi
In Brand Channel
Desember 31, 2015
0 Comments
679 Views

Vespa, jika menyebut motor yang satu ini, yang pertama terlintas di benak tentunya unik dan legendaris. Vespa memang bisa disebut salah satu legenda dalam sejarah roda dua , tak hanya di , melainkan juga di seluruh dunia. Keberadaan vespa tak lekang oleh waktu, sejak era vespa 2-tak kontemporer hingga vespa matic modern seperti sekarang.

vespa 98

vespa 98

Sejarah vespa dimulai lebih dari seabad silam, tepatnya 1884. Saat itu, Rinaldo Piaggio mendirikan sebuah angkutan bernama Piaggio di Genoa, Italia. Awalnya, Rinaldo berfokus pada peralatan kapal. Namun di akhir abad, Piaggio juga memproduksi rel kereta, gerbong kereta, bodi truk, , hingga kereta api.

Pada Perang Dunia I, perusahaannya sempat memproduksi pesawat terbang dan kapal laut. Lalu, pada tahun 1917, Piaggio membeli pabrik baru di Pisa dan 4 tahun kemudian ia mengambil alih sebuah pabrik kecil di Pontedera, di daerah Tuscany, Italia. Pabrik ini kemudian menjadi pusat produksi pesawat terbang beserta komponen-komponennya.

Namun, nasib nahas dialami Piaggio pada akhir Perang Dunia II. Pabriknya dibom oleh pesawat sekutu, tepatnya tanggal 31 Agustus 1943. Setelah perang usai, anak Rinaldo Piaggio, yaitu Enrico Piaggio, mengambil alih perusahaan dari tangan sang ayah.

Karena keadaan perekonomian yang memburuk usai Perang Dunia, Enrico Piaggio memutuskan untuk membangun sebuah alat yang murah dan efisien. Saat itu, masyarakat Italia memang sangat membutuhkan fasilitas kendaraan yang murah dan praktis.

Untuk tujuan tersebut, Enrico Piaggio menggandeng Corradino D’Ascanio, seorang insinyur penerbangan yang juga berpengalaman mengonsep dan menerbangkan helikopter modern pertama dari Piaggio. D’Ascanio kemudian membuat konsep sebuah kendaraan roda dua yang dibuat dengan bodi monocoque atau unibody, garpu depan layaknya ban pesawat yang sedang mendarat, plus mesin 2-tak efisien yang saat itu memang sedang populer untuk penghematan bahan bakar.

Pada tahun 1945, purwarupa anyar dari Piaggio bernama MP5 (Moto Piaggio 5) atau dikenal juga dengan nama Paperino (Donal Bebek) akhirnya selesai. Disebut demikian karena motor ini mengusung rangka monokok berbahan baja dengan lekukan membulat di bagian belakang, persis karakter kartun Donal Bebek.

Selain itu, motor ini juga dibekali berbagai fitur mutakhir di masa itu. Sebut saja tuas persneling yang dioperasikan via handle kiri, yang menghubungkan transmisi langsung ke roda belakang (menanggalkan final drive rantai di desain sebelumnya), serta bodi depan yang dibuat melebar sebagai proteksi bagi pengendara. Uniknya, bagian staternya dirancang dengan menggunakan komponen bom di pesawat Piaggio terdahulu, dan rodanya diambil dari roda pesawat tempur.

Meski sudah bisa dikatakan mutakhir, namun Enrico Piaggio tidak menyukai rancangan purwarupa tersebut, yang menurutnya aneh terutama di sektor desain. Lalu, sang insinyur lantas mengonsep ulang kendaraannya dan melabeli purwarupanya tersebut dengan nama MP6 (Moto Piaggio 6).

Saat Enrico Piaggio melihat desain MP6 untuk pertama kalinya, ia secara tak sengaja berseru “Sambra Una Vespa”, yang artinya terlihat seperti tawon. Akhirnya, seruan tak sengaja itulah yang kemudian menjadi nama kendaraan ini, yaitu Vespa (tawon, dalam bahasa Indonesia). Setahun berikutnya, kendaraan ini mulai diproduksi massal dan memulai debutnya di Rome’s Elegant Golf Club. Saat ini, kendaraan tersebut lebih dikenal dengan nama Vespa 98.

Di awal kemunculannya, tak sedikit yang berpandangan skeptis terhadap Vespa. Tak heran jika saat itu, Vespa hanya mampu terjual sebanyak 2.484 unit. Namun lesunya penjualan tidak berlangsung lama, karena di akhir 1947, penjualan Vespa meledak dan menembus angka 10.535 unit.

Selain Vespa 98, Piaggio saat itu juga mengenalkan Vespa 125 yang lebih advanced. Tak butuh waktu lama, produksi Vespa kemudian meningkat 35 ribu unit pada akhir tahun 1949, dan melonjak 60 ribu unit lebih ketika Vespa buatan Jerman mulai ikut ambil bagian. Dan, dalam kurun waktu 10 tahun, Vespa telah diproduksi sebanyak satu juta unit, sekaligus menjadi simbol dari revolusi gagasan pada waktu itu.

Berikut produk Vespa generasi pertama rancangan Corradino D’Ascanio.

  • Vespa 98 (1946), Vespa pertama di dunia yang mengusung mesin 98cc dan mampu berlari hingga 60 km/jam.

  • Vespa 125 (1948), Vespa pertama bermesin 125cc yang mengusung suspensi baru.

  • Vespa 125 (1953), Vespa bermesin 125cc yang mampu menghasilkan tenaga hingga 5 ps, dengan kecepatan maksimal mencapai 75 km/jam.

  • Vespa 125U (1953), versi utility dari Vespa 125 dengan harga 40% lebih murah. Vespa ini mengusung headlamp di setang, yang kelak menjadi tren anyar untuk Vespa generasi selanjutnya.

  • Vespa 150 GS (1955), Vespa terlaris di pasar luar negeri saat itu. Jantung pacunya dibekali mesin 150cc, 2-tak, 4 percepatan, dan mampu mencapai kecepatan 100 km/jam.

  • Vespa 160 GS (1962), penerus kesuksesan 150 GS. Dibekali desain, karburator, knalpot, serta mesin baru yang mampu memuntahkan daya hingga 8,2 ps.

  • Vespa 150 GL (1963), versi deriativ Vespa 150 GS dengan tampilan yang lebih modern. Banyak kalangan menyebutnya sebagai vespa kontemporer dengan tampilan terbaik.

  • Vespa 50 (1964), Vespa pertama yang mengusung mesin 50cc. Motor yang hanya dipasarkan di Italia ini sekaligus karya terakhir penggagas Vespa, Corradino D’Ascanio. Selain 50cc, ada juga versi 90cc (PTS 90) dan 100c (P 100 TS), dan di Indonesia lebih dikenal dengan nama Vespa PTS.

Comments are closed.