Silang Pendapat dalam Uji Publik Draft RPP e-Commerce

By indonesianic
In Tips n Trick
Juli 3, 2015
0 Comments
940 Views

Jakarta- Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengadakan uji publik terhadap draf Rancangan Pemerintah yang mengatur mengenai jual beli online (). Keberadaan itu sangat meresahkan para pelaku e-commerce di Tanah Air.

Langkah pemerintah  sangat disayangkan banyak pihak, termasuk juga asosiasi e-commerce Indonesia (). Kekecewaan ini muncul karena pemerintah tidak melakukan konsultasi dengan ketika memutuskan untuk uji publik RPP e-commerce. Padahal sejak wacana tentang RPP e-commerce muncul mulai tahun 2013, pemerintah selalu meminta masukan dari dalam merumuskan RPP tersebut.

Ketua Umum idEA, Daniel Tumiwa mengungkapkan “Draf ini nggak pernah ada dalam perbincangan yang selama ini kami lakukan. Baru pertama kali kami lihat pasal-pasal di dalamnya,”

Lebih jauh pihak idEA, mengungkapkan, ada beberapa poin yang dianggap dapat membunuh industri lokal. Seperti tahapan verifikasi dalam jual-beli online. menurut idEA, langkah ini mempersulit online. Para penjual akan malas memakai situs e-commerce lokal seperti , , , , Lazada, dan sebagainya.

Budi Gandasoebrata, Kepala Bagian Kebijakan Publik idEA, menegaskan jika nantinya harus melakukan verifikasi dalam transaksi jual-beli online, perkembangan bisnis e-commerce justru akan mundur ke belakang. “Nanti mereka balik lagi jualan di Facebook, , BBM, yang fungsinya sebenarnya bukan untuk transaksi jual-beli online,” tuturnya.achmad_zaky_CEO_bukalapak

Berbagai tanggapan juga muncul dari para pelaku e-commerce. Salah satunya dari situs Lazada. Situs ini mengungkapkan akan mendukung segala bentuk peraturan yang dibuat untuk melindungi pembeli.

“Sampai sekarang kami telahh mematuhi peraturan yang tercantum pada rancangan draft terakhir, dan dengan adanya ketentuan hukum ini kami menghargai bahwa semua pihak akan bekerja dengan standar yang sama,” demikian keterangan PR Manager Lazada Indonesia Tania Amalia, Kamis (2/7/2015).

Dalam proses akhir, RPP e-commerce mendapat pengawasan tajam dari Indonesia e-Commerce Association (IdEA). Beberapa poin dinilai masih perlu diteliti sebelum nantinya diterapkan.

Info gratisan yang dicari: toko pedia

Comments are closed.